Rabu, 17 Agustus 2016

bersikap dewasa adalah pilihan atau tuntutan ?

dan menurutku dewasa itu adalah tuntutan. dimana banyak yang mengartikan bahwa dewasa adalah setelah kita mampu menghadapi masalah yang besar yang akan membentuk kepribadian kita. memang benar, aku tak mengingkari pernyataan tersebut. namun, bukankah karena masalah besar tersebut itu menuntun kita untuk menyikapinya dengan cara yang dewasa ? dan bukan kita yang memilih untuk dewasa ketika masalah besar itu datang. bahkan jika dewasa diartikan sebagai pilihan maka, ketika masalah besar tersebut datang kita bisa mneyikapinya dengan cara anak-anak dengan lepas tangan, tanpa dosa, tanpa rasa tanggung jawab, dan meminta perlindungan. dan ketika masalah tersebut tuntas kita bisa dinyatakan sebagai orang yang bersikap dewasa padahal nyatanya, dia selamat dari masalah tersebut karena perlindungan yang disebabkan pilihan dia untuk menyikapi masalah sebagai anak anak.
     ketika kita berada di lingkungan sosial dimana kita selalu bersosialisasi dengan banyak orang dan kita berada diantara orang orang yang berumur lebih besar dari kita, kita dengan mudah tertuntut untuk mengikuti prilaku mereka selayaknya orang dewasa.  itu tuntutan. namun, apabila dewasa pilihan maka kita akan tersingkir dari sosialisasi dengan orang yang lebih besar karena kita terlalu kekanak-kanakan dan tidak mengikuti alur sikap mereka yang lebih besar. kembali lagi ini menunjukkan bahwa bersikap dewasa adalah tuntutan. yang lebih jelas lagi adalah ketika seorang kakak yang sebut saja berumur 5 tahun yang masih dikatakan jelas anak-anak memiliki adek yang berumur 3 tahun. keduanya jelas masih anak-anak ketika kakak beradik tersebut bermain bersama maka, dengan tuntutan besar sang kakak yang berstatus anak anak akan bersikap dewasa atas adiknya. tiada dapat sang kakak berumur 5 tahun bersikap selayaknya anak anak seusianya ketika berda bersama sang adek. jadi masih belum sadar dengan tuntutan untuk menjadi dewasa ? tengoklah lingkunganmu !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar