malam itu saya menghadiri pagelaran seni jaranan. selama acara berlangsung saya disuguhi keelokan penari yang begitu anggun mengikuti irama gamelan. perhatian saya berpusat pada seorang penari cilik. harus saya akui kelihaiannya menari melebihi usianya yang baru 9 tahun. tarian tersebut memang budaya dan anak tersebut melestarikanyya. saya sadar bahwa budaya tersebut sempat membawa mistis dengan memanggil roh halus. adat juga menjadikan budaya tersebut ajang untuk menikmati pesona indah tubuh sang penari yang berlenggok di hadapan penonton.
kekhawatiran saya muncul ketika menyadari betapa sulit melestarikan budaya yang bisa bersih dari mistis dan unsur tidak senonoh. menjunjung tinggi norma agama dan menjadikan budaya bernorma dan beretika tinggi. bukan sekedar budaya dan tradisi yang saya nilai kurang memenuhi norma agama. sedangkan mayoritas penduduk adalah muslim.

