Selasa, 30 Agustus 2016

benar atau salah ?

tadi aku stalker IG dan nemuin kata-kata dari post darwis tere liye. bunyinya gini :
"perselisihan dengan sahabat biasa disebabkan oleh salah paham, egois, dan keras kepala. apabali dalam perselisihan tersebut dapat dilalui dengan baik sehingga kalian tetap bersahabat maka, sahabat kalian akan menjadi orang yang lebih special bagi anda" alih bahasa oleh saya, kurang lebih begitu.
    kalimat itu bener-bener menggugah aku. dalam hati bertanya pernyataan ini benar atau salah ?. dalam kalimat tersebut juga dijelaskan ini mengenai persahabatan yang sudah terjalin ebberapa tahun lamanya. aku memiliki sahabat yang bertahun-tahun lamanya bahkan saat aku belum menyadari bahwa dia sahabat alias tidak bisa membedakan mana teman mana musuh. dan ketika orang itu selalu ada meski aku sudah sadar akan perbedaan teman dan lawan aku sadar bahwa dia adalah teman. okey ketika pertemanan dihadapkan dengan permasalah yang mengakibatkan perselisihan antara dua orang sahabat atau lebih tak jauh jauh penyebabnya adalah salah paham atau egoisme. selain itu adakah penyebab lain yang menyebabkan hancurnya persahabatan bertahun tahun ? ku rasa tak ada. waktu tahun itu bukan jam atau bahkan bukan bulan yang terdiri dari 30 hari, tapi tahun yang terdiri dari 365 dikali 24 = ....hitung sendiri. bahkan lebih dari hitugan itu. selama bertahun tahun pastilah saling mengenal dan memahami hanya saja dua hal penyebab tadi adalah keadaan di luar kontrol indiidu atau bisa terjadi secara involuntary. aduuh bahasanya sok ilmiah. tidak sadar. karena setiap orang dilahirkan dengan egoisme masing masing untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang kadang tak bisa diberikan orang lain. jadi wajar jika sekali waktu seseorang mempertahankan ego nya. sol salah paham ini berarti ada faktor internal yang ingin disembunyikan. coba semua dipaparkan apa adanya tanpa ada yang disensor maka, paham nya akan sangat paham dan bisa lulus ujian.
   pemecahan masalahnya adalah kembali ke individu yang bersangkutan. ingin melanjutkan yang sudah bertahun tahun dan menjadikan lebih istimewa atau menghapus bertahun tahun dengan hal yang tak selayaknya ? pilih mana ?

Senin, 29 Agustus 2016

diri sendiri atau almamater ?

okey...buat anak kuliahan yang kadang labil kayak aku pasti pertanyaan ini sering menggangu. ini berkaitan dengan langkah kita menuju sukses. hari ini aku belajar mengenai hal ini. lebih tepatnya menyadari jawaban dari pertanyaan tersebut. dari yang aku tahu bahwa almamater berpengaruh untuk kesuksesan kita. memang jelas itu buktinya. namun, hal lain yang perlu juga untuk diketahui bahwa diri sendiri lah yang lebih menentukan. kamu dinyatakan sukses saat kamu mendapat universitas yang ternama. cukup sampai disitu kesuksesan yang kamu raih, yaitu kesuksesan mengejar universitas impian. selebihnya jika pencapaianmu tidak dilanjutkan maka tak akan berpengaruh seperti apa almamatermu. lain cerita kamu belum sukses dalam meraih universitas impian tapi kamu berusaha semampumu untuk menjadi manusia impian. manusia yang seharusnya pantas berada di jenjang sederajat bahkan lebih dari yang memiliki almamter ternama. jadi ketika kamu mudah puas ketika kamu mendapat almamater impian dan menyandarkan kesuksesanmu kepada almamater maka sadarlah bahwa almamatermu tak lebih hanya sekedar kain. usahamu harus terus berlanjut baik ketika kamu mendapat universitas impian maupun tidak sama saja. perjuangan akan kembali kepada individu masing masing. dimana sikap seseoranglah yang menentukan kesuksesan seseorang. meski kamu berada di universitas yang elum sekeren almamater temen temen kamu, selayaknya juga kamu harus bangga akan beberapa hal yang perlu kamu syukuri
1. masih banyak di luar sana yang mengingikan perguruan tinggi namun belum tercapai
2. kamu akan tertantang untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh
3. kamu akan terpanggil untuk selalu eksplorasi diri agar dapat bersaing dengan temanmu yang lian
4. kamu lebih menyadari betapa pentingnya diri sendiri dan tidak akan bersandar terhadap almamater yang pasti membawamu menjadi pribadi yang pandai bersaing.
....okey jadi percayalah bahwa SUKSES adalah 20% almamer + 80% pribadi individu
jangan sampek kebalik ya ,,,,, kalo terbalik
80% almamater + 20% individu = sukses menjadi pegawai  #karen menggantungkan diri kepada almamater , jadi almamatermu lah yang akan mementukan batas kesuksesanmu#

Selasa, 23 Agustus 2016

maya atau nyata ?

dari dulu aku tak pernah percaya apa yang disebut cinta. dan sedikitpun aku tak pernah terpanggil untuk mengerti apa itu cinta. hingga aku mendapatkan kesempatan itu. kesempatan yang entah berantah apa sebabnya, bagaimana ceritanya, atau bagaimana bisa ?. aku pikir itu memang sudah jalannya. jalan kelalaian, tak seharusnya aku terjerumus dalam kesempatan yang tak pasti tersebut. ketika aku berada dalam kesempatan itu aku tersadar bahwa ini nyata meski tak sepenuhnya dapat dipercaya, setidaknya bisa dibilang hanya bunga pendewasaan saja selebihnya entahlah aku sendiri tak bisa menentukan. oke kesempatan itu menyadarkanku bahwa kisah cinta adalah nyata. tapi setiap orang punya kisah nya sendiri yang berbeda satu sama lain. 
     saat aku mendengar kisah roman picisan atau semacamnya yang mengisahkan cinta, aku beranggapan bahwa itu hanya fiksi yang tak pernah terjadi dalam kehidupan manusia nyata. namun, saat ini aku merasakan apa yang ada dalam telenovela. selayaknya drama yang haru aku menitikan air mata. entah apa sebabnya tapi aku menjalankan peran dengan sepenuh hati sebagai orang yang tersakiti. selebihnya gak ada maksud. memang konyol bahkan begitu bodoh ketika sadar apa yang membuatku menangis. bisa dibilang ini efek fiksi dari kisah yang aku dengar. telenovela yang mengisahkan tentang sakit hati diduakan, tikungan, atau selingkuhan. aku memang tak pernah peduli kisah itu. tapi saat ini memaksakan aku untuk peduli. sedikit peduli saja menyakitkan. tapi kembali pada diri sendiri ini bukan masalah yang menghalangi aku buat nggak menjalankan aktivitas selayaknya aku setiap harinya. dari kejadian ini aku menemukan tips diet kekinian :
1. pertama adalah, cari pacar 
ketika kamu cari pacar dan pacar kamu sering ngontrol kamu makan , kamu pasti akan merasa malu ketika harus menyatakan atau menunjukkan bahwa porsi makanmu banyak.
2. kedua adalah  penampilan 
nggak mau kan diputusin gara-gara berat badan naik? itu konyol. dari situ dari seringnya kalian ketemu dan dari perhatiannya dia ke kamu pasti bakalan nemuin komentar dia ke kamu yang makin gemuk lah atau makin cabi lah 
3. okey kalo kamu gak berhasil juga di langkah 1 dan 2 sangat dianjurkan kamu mencoba cara ke tiga yaitu : minta putusin pacar kamu . dengan begitu karena kamu kepikiran maka porsi makanmu akan berkurang dalam beberapa hari. nafsu makanmu juga akan banyak menurun.pa lagi klo drama cintamu sakit banget pasti kamu enggak melirik makanan sedikitpun hingga akhirnya yg kamu makan adalah infus. 
     oke... jadi ternyata itu adalah nyata dan selamat mencoba tips

Rabu, 17 Agustus 2016

bersikap dewasa adalah pilihan atau tuntutan ?

dan menurutku dewasa itu adalah tuntutan. dimana banyak yang mengartikan bahwa dewasa adalah setelah kita mampu menghadapi masalah yang besar yang akan membentuk kepribadian kita. memang benar, aku tak mengingkari pernyataan tersebut. namun, bukankah karena masalah besar tersebut itu menuntun kita untuk menyikapinya dengan cara yang dewasa ? dan bukan kita yang memilih untuk dewasa ketika masalah besar itu datang. bahkan jika dewasa diartikan sebagai pilihan maka, ketika masalah besar tersebut datang kita bisa mneyikapinya dengan cara anak-anak dengan lepas tangan, tanpa dosa, tanpa rasa tanggung jawab, dan meminta perlindungan. dan ketika masalah tersebut tuntas kita bisa dinyatakan sebagai orang yang bersikap dewasa padahal nyatanya, dia selamat dari masalah tersebut karena perlindungan yang disebabkan pilihan dia untuk menyikapi masalah sebagai anak anak.
     ketika kita berada di lingkungan sosial dimana kita selalu bersosialisasi dengan banyak orang dan kita berada diantara orang orang yang berumur lebih besar dari kita, kita dengan mudah tertuntut untuk mengikuti prilaku mereka selayaknya orang dewasa.  itu tuntutan. namun, apabila dewasa pilihan maka kita akan tersingkir dari sosialisasi dengan orang yang lebih besar karena kita terlalu kekanak-kanakan dan tidak mengikuti alur sikap mereka yang lebih besar. kembali lagi ini menunjukkan bahwa bersikap dewasa adalah tuntutan. yang lebih jelas lagi adalah ketika seorang kakak yang sebut saja berumur 5 tahun yang masih dikatakan jelas anak-anak memiliki adek yang berumur 3 tahun. keduanya jelas masih anak-anak ketika kakak beradik tersebut bermain bersama maka, dengan tuntutan besar sang kakak yang berstatus anak anak akan bersikap dewasa atas adiknya. tiada dapat sang kakak berumur 5 tahun bersikap selayaknya anak anak seusianya ketika berda bersama sang adek. jadi masih belum sadar dengan tuntutan untuk menjadi dewasa ? tengoklah lingkunganmu !!!

Minggu, 14 Agustus 2016

bersahabat atau bermusuhan ?

keadaan dan lingkungan memang sulit untuk berpihak atau bahkan tidak pernah berpihak dengan diri kita. berharap agar keadaan mengikuti alur kita itu hal yang mustahil. orang yang bodoh akan pandai untuk menyalahkan keadaan dan orang yang cerdas akan pandai menyesuaikan diri dan bodoh untuk mengkritisi keadannya. begitu buruk ketika orang berlomba lomba menyalahkan keadaan, situasi dan lingkungan ketika ia merasa terpuruk. sikap tersebut bukan membuatny semakin membaik namun, malah menjatuhkannya saat ia merasa  sukses dalam kebangkitan.
    orang bodoh akan merasa sempurna dengan usahanya yang terus menyalahkan keadaan. sepantasnya orang dikatakan sukses apabila ia mampu menaklukkan diri untuk keadaannya. menjadikan keadaan serta lingkungannya yang buruk sebagai ujian bagi dirinya. dimana ketika proses beradaptasi dengan lingkungannya yang buruk akan membentuk kepribadian baru bagi dirinya. ini yang dinamakan persahabatan dengan lingkungan. dan bukan manjadikanya musuh dengan menyalahkan keadaan. seua kembali sebagaimana kita menyikapi dan menepatkan diri. tak banyak orang yang sadar untuk menyesuikan diri dengan keadaannya justru banyak yang disibukkan menyalahkan keadaan. coba pikirkan untuk tidak meyalahkan keadaan mu namun, cobalah untuk membentuk karakter baru pada dirimu yang seusuai bagi keadaan lingkunganmu. karena lingkunganmu tak membutuhkanmu dan kamu sangat membutuhkan lingkunganmu. begitulah kehidupan menyeleksi kita. hanya orang yang dapat beradaptasi dengan baik yang bertahan dan orang yang menyalahkan keadaan akan tersingkirkan. saatnya menyatu dengan keadaan lingkungan karena, sekali lagi saya katakan bahwa kita yang membutuhkan keadaan dan lingkungan sekitar dan tiada perah terjadi sebaliknya. jadi tentukan sikap kalian terhadap lingkungan dan keadaan masyarakat.