banyak orang yang berpikir bahwa memimpin itu sulit. benar, bahkan memimpin diri sendiri pun bukanlah perkara yang mudah. tanpa kamu sadari dirimu perlu pemimpin yang tangguh, yang bijaksana, yang baik dan dapat mengontrol dengan baik.
kebanyakan orang banyak yang mengemukakan visi dan misi ketika mereka mengajukan diri sebagai pemimpin. selain visi misi selayaknya pula pemimpin menyusun program kerja. dengan rancangan visi misi dan program kerja yang baik akan menghasilkan hasil usaha yang sesuai pula. ternyata tidak hanya pemimpin besar yang perlu membentuk rancangan tersebut. nyatanya diri sendiripun alangkah baiknya membuat rancangan tersebut agar hidup lebih fokus pada tujuan. semua orang pasti memiliki tujuan. salah satu jalan mencapai tujuan adalah MENJADI PEMIMPIN DIRI SENDIRI DALAM MEREALISASIKAN MIMPI.
selayaknya sebuah perusahaan yang membutuhkan pemimpin dan memilliki tujuan. untuk menjalankan sebuah usaha butuh pemimpin yang akan mengatur berjalannya usaha agar didapat sesuai tujuan.
jadi membentuk diri menjadi sebuah organisasi untuk mencapai tujuan kesuksesan. siapa pemimpinya ? DIRI SENDIRI .
contohnya saja,,,, saya bermimpi untuk menjadi orang sukses, sukses sedini mungkin maka, sayapun merancang visi dan misi yang sesuai dengan kemampuan dan kendala yang saya miliki.
visi :
menjadi pemuda sukses di usia dini
misi :
1. menyadarkan diri bahwa masa muda jangan hanya dihabiskan untuk bersenang senang semata
2. menyadarkan diri bahwa TIADA YANG SALAH untuk sengsara di masa muda
3. mengetahui bahwa semua kebahagiaan yang didapat adalah vasilitas dari orang tua dan bukan kebahagiaan dari hasil usaha sendiri
4. memulai hidup sengsara sebagai tabungan di masa depan
dari sini saya ingin menunjukkan bahwa siap tidak siap saya harus mempin diri sendiri. kalau bukan saya siapa lagi yang akan memimpin diri saya menuju sukses ? diri butuh PEMIMPIN .
jadi , siapkah kamu memimpin diri sendiri untuk menuju sukses ?
Kamis, 13 Oktober 2016
Jumat, 07 Oktober 2016
jatuh , jatuhlah yang dalam !!
bagiku ini ungkapan motivasi yang pantas terlontar untukku ketika aku mengalami kegagalan. bayak orang yang bilang bahwa ketika kamu jatuh kamu harus segera bangkit. tetapi itu tidak berlaku bagiku. ketika jatuh dan segera bangkit bukan malah kebangkitan yang lebih baik namun bayang bayang kesakitan karena jatuh yang menghantui. maka bagiku ketika jatuh aku akan mendalami sejauh mana aku jatuh, aku akan mengahayati sesakit apa kegagalan yang kali ini aku rasakan, aku juga akan menenggelamkan dalam kegagalan agar aku sadar bahwa SUKSES ITU TAK MUDAH.
pernah tau bagaimana cara kerja ketapel ?
begitulah filosofi kegagalan yang aku ambil. kamu harus jatuh sedalam dalamnya agar kamu dapat melompat jauh lebih tinggi dari apa yang kamu bayangkan. maka, ketika kamu jatuh jangan lewatkan satu hal yang dapat membuatmu lebih baik yaitu evaluasi diri. sedalam dalamnya kamu jatuh, separah parahnya kamu jatuh resapilah, pahamilah, maka kamu akan mengerti sebab apa yang membuatmu gagal. setelah itu selayaknya ketapel kamu dapat melesat dengan tujuan yang lebih fokus ketika kamu telah memahami sebab mengapa kamu terjatuh. hal ini manusiawai bahwa orang merasa putus asa ketika gagal. enggan untuk mencoba kembali atau trauma. yang tidak wajar adalah terus mengurung diri dalam zona kegagalan berlarut larut tanpa ancang ancang untuk melesat. yang kalian semua butuhkan ketika gagal adalah ancang ancang untuk melesat dengan fokus satu tujuan. demikianlah ketapel. maka, jadilah selayaknya manusia yang manusiawi kecewa karena gagal cukup untuk 3 hari atau maksimal seminggu. durasi waktu tersebut cukup untuk kamu merancang loncatan yang lebih pasti dari hasil evaluasimu. jadi apakah kamu masih manusiawi akan kegagalanmu ?
pernah tau bagaimana cara kerja ketapel ?
begitulah filosofi kegagalan yang aku ambil. kamu harus jatuh sedalam dalamnya agar kamu dapat melompat jauh lebih tinggi dari apa yang kamu bayangkan. maka, ketika kamu jatuh jangan lewatkan satu hal yang dapat membuatmu lebih baik yaitu evaluasi diri. sedalam dalamnya kamu jatuh, separah parahnya kamu jatuh resapilah, pahamilah, maka kamu akan mengerti sebab apa yang membuatmu gagal. setelah itu selayaknya ketapel kamu dapat melesat dengan tujuan yang lebih fokus ketika kamu telah memahami sebab mengapa kamu terjatuh. hal ini manusiawai bahwa orang merasa putus asa ketika gagal. enggan untuk mencoba kembali atau trauma. yang tidak wajar adalah terus mengurung diri dalam zona kegagalan berlarut larut tanpa ancang ancang untuk melesat. yang kalian semua butuhkan ketika gagal adalah ancang ancang untuk melesat dengan fokus satu tujuan. demikianlah ketapel. maka, jadilah selayaknya manusia yang manusiawi kecewa karena gagal cukup untuk 3 hari atau maksimal seminggu. durasi waktu tersebut cukup untuk kamu merancang loncatan yang lebih pasti dari hasil evaluasimu. jadi apakah kamu masih manusiawi akan kegagalanmu ?
Kamis, 06 Oktober 2016
perjuangan tak selalu diakhiri dengan hasil yang sesuai
ada kata bijak yang mnegungkapkan bahwa "jika kamu berjuang maksimal maka kamu akan mendapat hasil masimal" nyatanya bagiku itu tidak berlaku ketika aku sudah merasa berujang dan berussha dengan maksimal nyatanya hasilnya jauh dari apa yang diharapkan. mengenaskan memang. ada beberapa poin yang harus aku ambil ketika perjuangan maksimal berujung sia sia. point yang pertama adalah mungkin hanya perasaanmu saja yang mnegatakan bahwa usahamu maksimal selebihnya usahamu belum semaksimal yang kamu pikirkan, dari situ akan memunculkan apa yang disebut dengan sombong tanpa kamu sadari. poin yang kedua adalah usahamu tidak linear sama sekali dengan kemampuanmu. okey ketika kamu berusaha kamu pasti akan merasa mamu akan hal tersebut namun pasti dalam hati kecilmu ada sedikit keraguan. dari keraguan tersebut tanpa kamu sadari pasti akan menjadi penghalang besar bagi hasil yang akan kamu dapatkan dari usahamu. poin yang ke tiga adalah dukungan dari orang sekitarmu. kembali lagi orang sekitarmu kadang lebih engenal dirimu dari pada dirimu sendiri dari situ besar kemungkinan orang sekitarmu akan memberikan penilaian akan usahamu besar kecil penilaian tersebut jelas berdampak besar pada hasil usahamu. bukan hal yang mudah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan besar usaha apabila dilakukan tidak dengan kesukaan alias dilakukan dengan keterpaksaan meskipun pada akhirnya kamu akan menyatakan bahwa kamu tidak terpaksa sama sekali melakukan hal tersebut , pernyataan tersebut muncul ketika kamu mendapat gambaran iming iming yang akan kamu dapatkan ketika kamu mengusahakan hal tersebut. intinya lebih baik kamu melakukan hal yang tak kamu mampu namun kamu sukai dari pada melakukan hal yang kamu kuasai namun tak kamu sukai.
mengapa begitu ? karea ktika kamu melakukan hal yang kamu sukai meski tidak bisa kamu akan terus berusaha tanpa sedikitpun terbebabni dan lebih merasa enjoy disitulah kamu akan menemukan kemampuanmu dalam hal yang kamu sukai dan kamu akan mendapatkan kepuasan sendiri bahkan lebih puasa dari pada sekedar penilaian orang lain. sedangkan melakukan hal yang kamu mampu namun tidak kamu sukai akan menjadikanmu beban dan tak bebasa dalam eksplorasi diri. akibat lainnya adalah ketika apa yang kamu usahakan tidak sesuai dengan hasil harapan kekecewaanmu akan besar tanpa kepuasan pribadi mungkin, sedikit merugin. jadi pikirkanlah matang matang sebelum berusaha .. mana usaha yang harus kamu tekuni atau mana usaha yang hanya membebanimu.
mengapa begitu ? karea ktika kamu melakukan hal yang kamu sukai meski tidak bisa kamu akan terus berusaha tanpa sedikitpun terbebabni dan lebih merasa enjoy disitulah kamu akan menemukan kemampuanmu dalam hal yang kamu sukai dan kamu akan mendapatkan kepuasan sendiri bahkan lebih puasa dari pada sekedar penilaian orang lain. sedangkan melakukan hal yang kamu mampu namun tidak kamu sukai akan menjadikanmu beban dan tak bebasa dalam eksplorasi diri. akibat lainnya adalah ketika apa yang kamu usahakan tidak sesuai dengan hasil harapan kekecewaanmu akan besar tanpa kepuasan pribadi mungkin, sedikit merugin. jadi pikirkanlah matang matang sebelum berusaha .. mana usaha yang harus kamu tekuni atau mana usaha yang hanya membebanimu.
Langganan:
Postingan (Atom)