Minggu, 14 Agustus 2016

bersahabat atau bermusuhan ?

keadaan dan lingkungan memang sulit untuk berpihak atau bahkan tidak pernah berpihak dengan diri kita. berharap agar keadaan mengikuti alur kita itu hal yang mustahil. orang yang bodoh akan pandai untuk menyalahkan keadaan dan orang yang cerdas akan pandai menyesuaikan diri dan bodoh untuk mengkritisi keadannya. begitu buruk ketika orang berlomba lomba menyalahkan keadaan, situasi dan lingkungan ketika ia merasa terpuruk. sikap tersebut bukan membuatny semakin membaik namun, malah menjatuhkannya saat ia merasa  sukses dalam kebangkitan.
    orang bodoh akan merasa sempurna dengan usahanya yang terus menyalahkan keadaan. sepantasnya orang dikatakan sukses apabila ia mampu menaklukkan diri untuk keadaannya. menjadikan keadaan serta lingkungannya yang buruk sebagai ujian bagi dirinya. dimana ketika proses beradaptasi dengan lingkungannya yang buruk akan membentuk kepribadian baru bagi dirinya. ini yang dinamakan persahabatan dengan lingkungan. dan bukan manjadikanya musuh dengan menyalahkan keadaan. seua kembali sebagaimana kita menyikapi dan menepatkan diri. tak banyak orang yang sadar untuk menyesuikan diri dengan keadaannya justru banyak yang disibukkan menyalahkan keadaan. coba pikirkan untuk tidak meyalahkan keadaan mu namun, cobalah untuk membentuk karakter baru pada dirimu yang seusuai bagi keadaan lingkunganmu. karena lingkunganmu tak membutuhkanmu dan kamu sangat membutuhkan lingkunganmu. begitulah kehidupan menyeleksi kita. hanya orang yang dapat beradaptasi dengan baik yang bertahan dan orang yang menyalahkan keadaan akan tersingkirkan. saatnya menyatu dengan keadaan lingkungan karena, sekali lagi saya katakan bahwa kita yang membutuhkan keadaan dan lingkungan sekitar dan tiada perah terjadi sebaliknya. jadi tentukan sikap kalian terhadap lingkungan dan keadaan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar